First Drive Mitsubishi Outlander PHEV (Part - 2): Memaksimalkan Potensi Hybrid
Nominal Rp 1,294 miliar (OTR Jakarta) harus Anda siapkan untuk menebus Mitsubishi Outlander PHEV. Mahal atau murah, tentu tergantung calon pembelinya. Namun kali ini kami ingin mengulik lebih dalam potensi yang bisa Anda dapatkan saat mengendarai mobil bersistem hybrid tercanggih yang ada saat ini di Indonesia.
Pada dasarnya, mobil hybrid memang menggabungkan dua jenis sumber daya untuk menggerakkan roda. Seperti sudah disebut pada artikel yang lalu, Mitsubishi Outlander PHEV punya sensasi khas mobil listrik saat dikendarai. Namun, untuk mendapatkan karakter ini, Anda perlu memahami beberapa hal baru. Kamipun menemukannya pada event Media Test Drive Ayo Gas Terus yang digelar beberapa waktu lalu, di Lombok.
Optimalisasi Energi
Sebelum membahas lebih lanjut ke cara penggunaan sistem hybrid pada Outlander PHEV, ada baiknya mengulas kembali tentang skema yang dianut. Singkatnya, ada tiga jenis penggunaan daya pada mobil ini. Full listrik (EV Mode), Series Hybrid dan Parallel Hybrid.
Pada skema EV, semua daya yang digunakan untuk menggerakkan roda, akan memanfaatkan energi listrik. Baterai 13,8 kWh diperas untuk menggerakkan motor di roda depan dan belakang agar Outlander PHEV bisa bergerak. Dalam kondisi ini, mesin dicegah untuk menyala.
Baca Juga: First Drive Mobil Listrik Mitsubishi i-Miev: Sesuai Estimasi
Skema Series Hybrid, memungkinkan mesin bensin untuk beroperasi sebagai generator yang mengisi daya ke baterai untuk menggerakkan motor. Mode ini akan otomatis nyala ketika baterai sudah berada di bawah level tertentu, atau saat performa lebih dibutuhkan. Misal saat menanjak.
Mode Parallel Hybrid, mesin akan otomatis bekerja saat kecepatan tinggi. Pada saat sistem ini aktif, mesin akan menyuplai tenaga langsung ke gardan. Tentunya, gardan yang berisi diferensial tunggal itu juga terus bekerja sama dengan motor elektirk.
Sistem-sistem ini bekerja secara otomatis, kecuali EV mode. Ya, mode full elektrik bisa diaktivasi sesuai perintah pengemudi, via tombol. Ada kenop bertuliskan 'EV' pada konsol tengah, dekat shifter selector. Jadi, ketika Anda yakin baterai sedang prima dan tak ingin mengotori wilayah dengan polusi, mode Nol Emisi ini bisa digunakan. Klaim Mitsubishi, dalam kondisi baterai penuh, bisa melaju sejauh 55 km dengan tenaga ini saja.
Pada aplikasinya, kebanyakan sistem di atas bekerja secara otomatis. Di kecepatan rendah dan beban kerja ringan, sistem EV yang bekerja. Saat sedang berakselerasi, mode series aktif. Begitu cruising di kecepatan tinggi, mode parallel mengambil alih.
Menurut Hanif Riski, Head of Passenger Car Product Planning Section PT MMKSI, saat kami temui di lombok, "yang bisa ditentukan lewat tombol, selain EV, adalah mode ECO/Normal, dan Battery Save/ Charge."
Ia jelaskan bagaimana sistem ini memengaruhi kinerja baterai dan pengendaraan. Pada kondisi mobil baru menyala, mode Normal yang aktif. Situasi ini akan mengoptimalkan pengendaraan dan efisiensi. Begitu ECO dipiih, maka bahan bakar akan ditekan efisiensinya.
Ketika Anda ingin menjaga level baterai pada kondisi tertentu, semisal 50 persen, maka mode Battery Save bisa dipilih. Pengendaraan akan mengoptimalkan energi dengan memonitor terus kondisi daya pada baterai. Saat baterai ingin diisi, maka Anda bisa masuk ke mode Charge. Sistem bakal memerintahkan mesin dan generator untuk memaksimalkan pengisian daya.
Seluruh mode ini, sejatinya disusun untuk mengoptimalkan penggunaan sistem hybrid pada mobil. Outlander PHEV dirancang untuk memberikan pengalaman kontrol akan energi dengan maksimal pada penggunanya. (Van/Tom)
Baca Juga: First Drive Mitsubishi Outlander PHEV (Part - 1): Sensasi SUV Bertenaga Listrik
Jual mobil anda dengan harga terbaik
Model Mobil Mitsubishi
GIIAS 2024
IMOS 2024
- Terbaru
- Populer
- Terbaru
- Yang Akan Datang
- Populer
Video Mobil Mitsubishi Outlander PHEV Terbaru di Oto
Tren SUV
- Terbaru
- Yang Akan Datang
- Populer
Artikel Mobil Mitsubishi Outlander PHEV dari Carvaganza
Artikel Mobil Mitsubishi Outlander PHEV dari Zigwheels
- Motovaganza