Road Test Hyundai Santa Fe XG CRDi: Tenang Tapi Menghanyutkan (Part-1)
Hyundai Santa Fe merupakan salah satu produk terpenting bagi Hyundai Indonesia. Kiprahnya cukup lama, terhitung sejak generasi pertama lahir yang mulai dipasarkan pada 2001. Jika ingat desainnya yang kurang menarik, wajar saja jarang dilirik konsumen. Pembelinya pun sangat tersegmentasi, bagi yang menginginkan produk anti-mainstream.
Regenerasi berlanjut dan perubahan drastis di generasi tiga. Jika melihat perubahan desain, Santa Fe semakin menunjukkan jati diri Hyundai sesungguhnya. Dari SUV buruk rupa, beralih menjadi mobil ganteng penuh karakter dan wibawa.
Sayang, Ia masih sering dipandang sebelah mata. Menyandang brand asal Korea Selatan dengan pelayanan sales dan after-sales tidak menjamur seperti merek Jepang, bisa menjadi faktor konsumen enggan memilihnya. Padahal produk-produk yang ditawarkan semakin bagus dan berkualitas.
Berkualitas yang saya maksud ialah rasa berkendaranya. Produk Hyundai terbaru dikembangkan untuk berkiblat ke pasar Eropa dan Amerika. Jadi, mengendarai mobil-mobil merek ini sangat berbeda dengan mobil Jepang yang minim rasa. Hanya saja, kelengkapan fitur untuk pasar Indonesia harus dikorbankan. Karena berstatus impor (CBU), tentunya supaya tidak terlampau mahal dan mampu bersaing dengan para penguasa pasar di Tanah Air.
Tak terkecuali Santa Fe terbaru. Kehadiran generasi keempat di GIIAS 2018 tidak terlalu lama setelah debut di negara asalnya pada Februari. Perkenalan resmi secara global berlangsung di Geneva Auto Show pada Maret 2018. Kenyataanya, Santa Fe sangat populer di Negeri Paman Sam. Bahkan penjualan tahun lalu, dua kali lipat lebih besar dari Korea Selatan. Ini menunjukkan rancang bangun yang sangat diseusaikan dengan selera sana.
Sekarang, kunci mobil ini sudah dalam genggaman. Terus terang, saya masih suka dengan impresi berkendara dan tampang Santa Fe generasi tiga. Walau miskin fitur, Ia tetap salah satu SUV dengan kualitas terbaik. Nah, generasi keempat ini sepatutnya mengalami peningkatan secara total. Unit yang dites adalah varian tertinggi Santa Fe XG CRDi bermesin diesel dengan harga Rp 574 juta. Mendengar harganya memang tergolong mahal dibanding para SUV Jepang. Perlu diingat bahwa Santa Fe tidak selevel dengan SUV 7-seater Jepang semacam, Honda CR-V, Nissan X-Trail, Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Fortuner. Tidak, Santa Fe satu kelas di atas mereka semua. Apakah sepadan mengeluarkan uang sebanyak itu untuk membelinya? Simak pengujian komprehensif kali ini.
Eksterior
Desain Santa Fe model sebelumnya masih sedap dipandang sampai sekarang. Belum membosankan, mungkin karena masa edarnya juga yang hanya 5 tahun. Bahasa desain Fluidic Sculpture memang sukses membuat semua produk Hyundai terlihat berkarakter dan keren. Tiap lekukan dan garis saling sinkron satu sama lain sehingga selalu tampak proporsional.
Lalu, filosofi desain ini juga harus melewati fase pengembangan menjadi Fluidic Sculpture 2.0. Pertama kali dipakai oleh Hyundai Sonata terbaru, elemen dasar desain Santa Fe sudah diadopsi terlebih dahulu oleh crossover Hyundai Kona. Kemiripannya terdapat pada raut wajah. Desain grille heksagonal baru menunjukkan identitas terkini. Perhatian utama tertuju pada desain lampu bertingkat yang sedang tren.
Memang terlihat tidak orisinil lagi desain semacam itu. Sebab banyak pabrikan lain melakukan hal serupa. Contoh paling sering terlihat adalah Mitsubishi Xpander. SUV Wuling yang direncanakan meluncur tahun depan juga punya pola sama. Nissan Juke saja sudah mulai jauh lebih lama. Bahkan desain semacam ini diadopsi terlebih dahulu oleh Pontiac Aztek yang seangkatan Santa Fe generasi pertama.
Jangan terkecoh dengan desain deret lampu vertikal. Paling atas bukan lampu utama, melainkan posisitioning lamp atau bertugas sebagai lampu siang (daytime running light). Head lamp berada di tengah, sepaket dengan high beam dan sein, disusul fog lamp terpisah paling bawah. Jenis head lamp berupa LED single-bulb patut dikritisi karena pencahayaannya. Model proyektor memberi sudat pancar cahaya kurang lebar, sehingga tidak menjangkau area sisi depan. Ditambah pula cahaya berwarna putih yang tidak cocok saat berhadapan dengan hujan maupun kabut.
Terlepas dari minus itu, wajah baru Santa Fe tampak semakin berwibawa. Bagian samping diisi satu garis tegas besar yang nyaris rata horizontal. Garis tersebut mengaburkan bahu yang menanjak ke belakang, yang membuat atap tidak lagi streamline. Bila melihat dari samping lebih mengotak, ciri SUV 7-seater jadi terlihat tidak seperti model sebelumnya. Untungnya ditopang desain kaki yang kokoh berkat pelek 19-inci dan gurat otot di fender.
Bagian belakang malah terkesan sederhana dan sedikit kehilangan identitas. Hanya diberi cekungan besar selebar bodi dan desain bemper agresif. Lampu belakang seolah akhir dari garis tegas di samping tadi. Menariknya, desain lampu 3 dimensi menggambarkan sebuah ruangan bila sedang menyala.
Interior
Kabin Santa Fe tidak terlalu menebar kemewahan. Cukup dengan balutan kulit di sekujur jok, setir, dasbor sampai konsol tengah. Material digunakan juga berkualitas tanpa perlu banyak dihiasi panel kayu. Hyundai cenderung memberi kesan sporty dari banyak elemen silver melingkar di berbagai panel.
Namanya SUV 7-seater, pasti cocok dijadikan mobil keluarga. Dimensi yang semakin besar (lebih panjang 7cm, lebar 4,9cm, wheelbase 6,5cm), menambah luas kabin, meski tidak signifikan. Kursi baris kedua tetap menjadi area paling nyaman untuk penumpang. Ruang kepala dan kaki tersedia lapang. Hanya saja, duduknya cenderung rendah. Bagi penumpang berpostur mungil bakal merasa seperti tenggelam, apalagi ditambah garis bahu yang tinggi. Soal ini juga berlaku untuk penumpang paling depan.
Kursi baris ketiga tidaklah istimewa. Malah terlalu sempit untuk orang dewasa dan hanya cocok untuk anak-anak. Jangan paksakan orang setinggi lebih dari 180cm, jika tidak ingin tersiksa. Hyundai memudahkan akses menuju baris ketiga melalui satu tombol saja. Dari luar, tekan tombol di sisi dudukan jok baris kedua, maka kursi langsung menekuk dan bergeser. Begitu pula bila ingin keluar dari bari ketiga. Tekan tombol di sandaran baris kedua atau tombol di sebelah ventilasi AC. Jika tidak diperlukan, lebih baik kursi disimpan rapi agar tersedia ruang kargo ekstra luas. (Odi/Van)
Baca Juga: Road Test Hyundai Santa Fe XG CRDi: Kalem Tapi Menghanyutkan (Part-2)
Jual mobil anda dengan harga terbaik
-
Jelajahi Hyundai Santa Fe
Model Mobil Hyundai
Jangan lewatkan
Promo Hyundai Santa Fe, DP & Cicilan
GIIAS 2024
IMOS 2024
- Terbaru
- Populer
- Terbaru
- Yang Akan Datang
- Populer
Video Mobil Hyundai Santa Fe Terbaru di Oto
Bandingkan & Rekomendasi
|
|
|
|
|
Tenaga
178
|
148
|
169
|
153
|
109
|
Torsi
232 Nm
|
400 Nm
|
233 Nm
|
200 Nm
|
144 Nm
|
Power Steering
Ya
|
Ya
|
Ya
|
Ya
|
Ya
|
AC
Ya
|
Ya
|
Ya
|
Ya
|
Ya
|
Anti Lock Braking System
Ya
|
Ya
|
Ya
|
Ya
|
Ya
|
EBD (Electronic Brake Distribution)
Ya
|
Ya
|
Ya
|
Ya
|
Ya
|
Kantong Udara Pengemudi
Ya
|
Ya
|
Ya
|
Ya
|
Ya
|
Airbag Penumpang Depan
Ya
|
Ya
|
Ya
|
Ya
|
Ya
|
Adjustable Seats
Ya
|
Ya
|
Ya
|
Ya
|
Ya
|
Headrest Kursi Belakang
Ya
|
Ya
|
Ya
|
Ya
|
Ya
|
|
Tren SUV
- Terbaru
- Yang Akan Datang
- Populer
Artikel Mobil Hyundai Santa Fe dari Carvaganza
Artikel Mobil Hyundai Santa Fe dari Zigwheels
- Motovaganza
- Artikel Feature